Tuesday, 12 February 2013

bahan tambahan krispi pisang


A.    Standar ( Definisi Umum Pangan UU Pangan No.7 Tahun 2000)
Berdasarkan UU pangan No.7 tahun 2000, Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.
B.     Pangan Dapat Mencakup :
a.       Bahan Baku :
·         Pisang kepok
·         Tepung terigu
·         Gula
·         Garam
·         Air
·         Telur
·         Tepung panir
·         Minyak goreng
b.      Pisang crispy yang dihasilkan :
Manis dan Renyah.
c.       Bahan tambahan yang digunakan :
Bahan Tambahan Pangan Secara umum bahan tambahan pangan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi 9 Perlakuan panas terhadap jaringan tanaman biasanya menyebabkan pelembekan karena stuktur selulosanya mengalami sedikit perubahan. Bahan-bahan kimia yang sering digunakan sebagai pengeras seperti Cl2, Ca sitrat, CaSO4, Ca laktat, dan Ca monofosfat dengan konsentrasi Ca-nya sebesar 0,1-0,3%. Hanya saja garam-garam kalsium itu kelarutannya rendah dan pada konsentrasi yang agak besar dapat menimbulkan rasa pahit. Batas penggunaan kalsium karbonat adalah 200 mg/kg, tunggal atau campuran dengan pengeras lain. Pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan dan penyimpanan. Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan adalah dapat meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi dan kualitas daya simpan, membuat bahan pangan lebih mudah dihidangkan, serta mempermudah preparasi bahan pangan. Bahan tambahan pangan yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan mengetahui komposisi bahan tersebut dimaksudkan untuk dapat mempertahankan kesegaran, cita rasa, dan membantu pengolahan seperti pengawet, pewarna dan pengeras.
1.      Natrium Metabisulfit (Na2SO5) SO2 (Sebagai sulfit, bisulfit atau metabisulfit) selain sebagai antimikroorganisme, juga digunakan dalam bahan pangan yang beraneka-ragam untuk menghambat pencoklatan non enzimatis, menghambat pencoklatan enzimatik lainnya yang dikatalisis oleh enzim, dan sebagai suatu antioksidan dan pereduksi. Dalam konsentrasi tinggi, SO2 akan ditolak karena rasanya. Sulfit digunakan dalam bentuk gas SO2, garam Na atau K sulfit, bisulfit dan metabisulfit. Bentuk efektifnya sebagai pengawet adalah asam sulfit yang tidak terdisosiasi dan terutama terbentuk Ph di bawah. Penggunaan bahan ini menjadi semakin luas karena manfaat nitrit dalam pengolahan daging (seperti sosis, kornet, ham dan hamburger) selain sebagai pembentuk faktor sensori lain, yaitu aroma dan cita rasa.
2.     

No comments:

Post a Comment