A.
Standar
( Definisi Umum Pangan UU Pangan No.7 Tahun 2000)
Berdasarkan UU pangan No.7 tahun 2000,
Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan
dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu,
merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.
B.
Pangan
Dapat Mencakup :
a. Bahan
Baku :
·
Pisang kepok
·
Tepung terigu
·
Gula
·
Garam
·
Air
·
Telur
·
Tepung panir
·
Minyak goreng
b. Pisang
crispy yang dihasilkan :
Manis dan Renyah.
c. Bahan
tambahan yang digunakan :
Bahan Tambahan Pangan Secara umum bahan
tambahan pangan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan
biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai
nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud
teknologi 9 Perlakuan panas terhadap jaringan tanaman biasanya menyebabkan
pelembekan karena stuktur selulosanya mengalami sedikit perubahan. Bahan-bahan
kimia yang sering digunakan sebagai pengeras seperti Cl2, Ca sitrat, CaSO4, Ca
laktat, dan Ca monofosfat dengan konsentrasi Ca-nya sebesar 0,1-0,3%. Hanya
saja garam-garam kalsium itu kelarutannya rendah dan pada konsentrasi yang agak
besar dapat menimbulkan rasa pahit. Batas penggunaan kalsium karbonat adalah
200 mg/kg, tunggal atau campuran dengan pengeras lain. Pada pembuatan,
pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan dan penyimpanan.
Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan adalah dapat meningkatkan atau
mempertahankan nilai gizi dan kualitas daya simpan, membuat bahan pangan lebih
mudah dihidangkan, serta mempermudah preparasi bahan pangan. Bahan tambahan
pangan yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dengan mengetahui komposisi
bahan tersebut dimaksudkan untuk dapat mempertahankan kesegaran, cita rasa, dan
membantu pengolahan seperti pengawet, pewarna dan pengeras.
1. Natrium
Metabisulfit (Na2SO5) SO2 (Sebagai sulfit, bisulfit atau
metabisulfit) selain sebagai antimikroorganisme, juga digunakan dalam bahan
pangan yang beraneka-ragam untuk menghambat pencoklatan non enzimatis,
menghambat pencoklatan enzimatik lainnya yang dikatalisis oleh enzim, dan
sebagai suatu antioksidan dan pereduksi. Dalam konsentrasi tinggi, SO2 akan
ditolak karena rasanya. Sulfit digunakan dalam bentuk gas SO2, garam Na atau K
sulfit, bisulfit dan metabisulfit. Bentuk efektifnya sebagai pengawet adalah
asam sulfit yang tidak terdisosiasi dan terutama terbentuk Ph di bawah.
Penggunaan bahan ini menjadi semakin luas karena manfaat nitrit dalam
pengolahan daging (seperti sosis, kornet, ham dan hamburger) selain sebagai
pembentuk faktor sensori lain, yaitu aroma dan cita rasa.
2.
No comments:
Post a Comment