D. LATAR BELAKANG MASALAH
Semakin meningkatnya perhatian masyarakat
dewasa ini terhadap pentingnya pengaruh minuman terhadap kesehatan, memicu
produk-produk pangan yang memiliki fungsi kesehatan terutama dalam pemanfaatan
produk-produk alami. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap pemasaran produk pangan
yang berlabel untuk kesehatan, baik untuk pengobatan dan pencegahan penyakit,
minuman berenergi (energy drink).
Saat ini obat-obatan tradisional
telah dikembangkan menjadi minuman dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan efek
samping bahkan dapat memberikan efek yang baik terhadap kesehatan, khususnya dalam
mengurangi keluhan penyakit tertentu. Jenis minuman ini lebih dikenal dengan
sebutan pangan fungsional. Minuman kesehatan dapat diartikan sebagai minuman yang
dapat meningkatkan fungsi fisiologis, seperti menurunkan kandungan kolesterol,
meningkatkan sistem pertahanan tubuh, mencegah kanker dan sebagainya. Selain
itu minuman kesehatan memiliki rasa dan aroma yang enak serta kandungan gizi
yang sesuai dengan peruntukannya.
Pengembangan produk minuman fungsional dari jahe dan sereh merupakan upaya penting untuk
mengurangi kecenderungan masyarakat mengkonsumsi soft drink, sekaligus memanfaatkan khasiat dari ekstrak jahe dan
sereh untuk
menjaga dan memelihara kesehatan.
Dari penjelasan di atas, muncul gagasan untuk melestarikan
minuman tradisional yaitu dengan mengkreasikan minuman tradisional berbasis
gula aren jahe dan sereh. Dengan adanya penelitian minuman tradisional ini,
diharapkan mampu menjadi terobosan dan inovasi baru dalam bidang pangan.
E. PERUMUSAN MASALAH
Dalam penelitian ini, minuman
kesehatan yang dikaji berupa formulasi minuman tradisional berbasis gula aren
jahe dan sereh.
Produk yang dihasilkan dari penelitian ini dapat dikatakan pangan
fungsional karena mengandung Riboflavin
yang bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam penelitian ini digunakan jahe
dan sereh sebagai
flavor untuk meningkatkan citarasa produk. Jahe dan sereh tersebut dipilih karena memiliki rasa yang khas
dan kandungan komponen aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Diversifikasi
pengolahan pangan berbahan dasar jahe dan sereh masih sangat terbatas sehingga
keragaman produk diperlukan untuk memberikan alternatif pilihan produk pada konsumen.
F. TUJUAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penambahan konsentrasi jahe dan sereh yang tepat pada pembuatan minuman,
sehingga diperoleh gula aren yang dibuat dengan konsentrasi ekstrak jahe dan sereh.
G. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Hasil
dari PKM Penelitian ini adalah formulasi minuman tradisional berbasis gula aren jahe dan sereh memiliki aroma harum dan oleoresin memberikan rasa pedas.
Komponen utama dalam oleoresin yang
memberikan rasa pedas adalah zingiberol.
Penggunaan sereh saat
ini tidak hanya sebagai sumber
flavor melainkan sudah berkembang
ke arah pemanfaatan secara fungsional. Kondisi masyarakat yang semakin
memperhatikan kesehatan, tidak hanya rasa yang lezat tetapi juga mempunyai efek
kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan flavor alami tidak dapat sepenuhnya
digantikan dengan flavor sintetik.
H. KEGUNAAN
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan
informasi baru tentang pemanfaatan jahe
dan sereh sebagai bahan baku alami dalam pembuatan gula aren dan diharapkan mudah dalam aplikasinya.
I.
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Sereh
(Cympogon nardus)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub
Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Poales
Family : Graminae/Poaceae
Genus : Cymbopogon
Species
: Cymbopogon nardus
Sereh merupakan tanamam
semak yang berupa herba yang berasal dari daerah beriklim tropis. Sereh ini
sering digunakan dalam bumbu dalam berbagai masakan karena memiliki aroma yang
sedap dan juga berbau seperti lemon, tanaman sereh wangi ini disebut dengan
herba lemon. Daun dan akar tamanan sereh wangi mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol, disamping itu daunnya juga mengandung
minyak atsiri. Komponen utama minyak atsiri dalam sereh wangi adalah sitronellal dan geraniol.
Sifat tanaman sereh
berbau khas aromatik, rasa agak pedas aromatik. Daun tanaman sereh berkhasiat
sebagai peluruh angin (karminatif), pereda kejang (anti spasmodik), penurun
panas (anti piretik), penambah napsu makan, dan obat kumur. Selain itu, sereh
bermanfaat sebagai anti radang, menghilangkan rasa sakit, dan melancarkan
sirkulasi darah.
2.
Rempah
Jahe (Zingiber officinale R.)
Klasifikasi
Divisi :
Spermatophyta
Sub-divisi
: Angiospermae
Kelas
: Monocotyledoneae
Ordo
: Zingiberales
Famili
: Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Species : Zingiber officinale
Pada umumnya rempah-rempah banyak sekali digunakan
sebagai bahan tambahan atau penyedap makanan dan salah satu
contohnya adalah jahe. Selain digunakan sebagai bahan tambahan makanan, jahe dapat pula
digunakan sebagai bahan obat-obatan. Salah satu dari penggunaan
rempah-rempah sebagai bahan obat-obatan adalah jahe yang
dapat digunakan sebagai minuman penghangat tubuh.
Seiring dengan semakin majunya teknologi pengolahan
pangan, maka banyak sekali kita jumpai produk-produk olahan dari jahe. Produk jahe bisa juga kita
jumpai dalam bentuk instan, yaitu jahe instan. Jahe merupakan bahan hasil
pertanian yang digunakan sebagai sumber citarasa dan aroma yang tajam dan
spesifik.
J.
METODE
PELAKSANAAN
1.
Waktu dan Tempat
Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2013 di laboratorium Rekayasa Pangan Jurusan
Teknologi Hasil Pertanian Universitas Semarang.
2.
Bahan dan Alat Penelitian
Bahan baku yang digunakan
dalam penelitian ini adalah ekstrak jahe dan sereh dan bahan kimia untuk melakukan
berbagai analisa, dan berbagai alat untuk proses pembuatan minuman.
3. Pelaksanaan
Penelitian
Pembersihan jahe dan sereh. Selanjutnya membuat gula aren yang diberi ekstraknya jahe dengan
konsentrasi 0%, 25%, 50%,
75%, dan 100% dan sereh 100%, 75%, 50%, 25%, 0%. Gula aren jahe dan sereh yang diperoleh dianalisa
yang meliputi kelarutan dalam air, total padatan terlarut, derajat
keasaman, daya larut, serta analisa organoleptik yang meliputi rasa, bau, dan
tekstur. Data yang diperoleh dianalisa kimianya yaitu gula reduksi,
gula total, dan proksilat.
Percobaan
ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 kali ulangan dengan 5 perlakuan. Data
analisa statistik dengan analisa varian dan apabila ada perbedaan antar
perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT.
|
Aren
|
Jahe
|
Sereh
|
Air
|
|
Tetap
|
|
|
Tetap
|
|
500 g
|
0
|
100
|
400 ml
|
|
500 g
|
25
|
75
|
400 ml
|
|
500 g
|
50
|
50
|
400 ml
|
|
500 g
|
75
|
25
|
400 ml
|
|
500 g
|
100
|
0
|
400 ml
|
Uji ini dilakukan untuk
mengetahui penerimaan panelis terhadap karakter minuman yang dihasilkan dengan
penilaian sebagai berikut :
Tabel 1. skor untuk uji
organoleptik
|
Tekstur Coklat
|
Bau Pedas
|
Rasa Kesukaan
|
|
1 = sangat tidak coklat
|
1 = sangat pedas
|
1 = sangat tidak suka
|
|
2 = tidak coklat
|
2 = pedas
|
2 = tidak suka
|
|
3 = cukup coklat
|
3 = agak pedas
|
3 = kurang suka
|
|
4 = coklat
|
4 = kurang pedas
|
4 = suka
|
|
5 = sangat coklat
|
5 = sangat tidak pedas
|
5 = sangat suka
|
No comments:
Post a Comment